...

Senin, 08 Maret 2010

Terbaring suatu saat

Ada apa dengan saya ya? Saya terlalu dingin melihat kematian, even ketika ada yang meninggal di depan mata saya. Tidak ada perasaan sedih atau apapun. Kosong, flat, bahkan  terbiasa.
Waah,kalau dipikir-pikir saya menjadi manusia yang tidak berperasaan ya? Terasa kejam. I'm becoming Hitler.
Naaah, I won't be like him.


Setelah dipikir-pikir, ada apa dengan kematian ya?
Kenapa orang selalu menangis dengan histeris?
Hey, semua pasti akan mengalami kematian.
Seharusnya sih kalian tau dan seharusnya sudah terbiasa.
But, why are you still crying?


Apa karena rasa kehilangan?
Tapi, kenapa harus sehisteris itu?
Toh, kapan kalian benar-benar memiliki sesuatu?
Hal yang terasa hilang itu bukan milik kalian, kenapa harus menangis?


Berbicara kematian, juga seperti itu kan?
Kalian selalu histeris di awal, tapi ketika di akhir kalian menjadi tenang.
Terasa omong kosong di hadapan saya kalau kalian seperti itu.
Jadi untuk apa menangis kalau hanya sementara?


seharusnya manusia terbiasa dengan rasa itu.
seharusnya manusia menjadi kuat dengan segala kesakitan.
seharusnya manusia tidak terlalu histeris.
kapan manusia menyadari itu?
toh, suatu saat kita juga terbaring kan??

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

I always asking about Who am I. What's life and what for. I never know who I am and it makes me know that I never know the other. And finally, life is all about pain. And the pain is about the process. Life is how, not what.