...

Rabu, 06 Januari 2010

Malam Mengembun

Malam terus mengembun, mengeluarkan rasa yang ku benci
Dan kau tau itu...
Tapi, tetap saja aku dan kau terus mengembun dan menderu pada asa
Berdua ditemani oleh lemahnya cahaya kehangatan

Kita membagi asa, diliputi oleh kediaman
Memang hanya diam yang berbicara
Tanpa menyela, tapi memahami
Tanpa suara, hanya isyarat

Aku kembali memandang rautan wajahmu
Menyesali kenapa waktu yang memisahkan
Kenapa kebohongan yang melanda
Kenapa keegoisan yang berkuasa

Dan, kau...
Masih saja memandangiku dengan cara yang sama
Memahamiku dengan mata yang lembut
Bersabar dengan keluhanku, seakan itu juga keluhanmu

Aku menyesali kenapa aku menatap matamu
Itu hanya membuatku menginginkan tatapan itu
Tapi, aku malu untuk mengakui
Karena aku yang mengakhiri

Sungguh, malam itu matamu lah yang aku sayangi
Malam itu, keterdiaman hanya menyiksa
Malam itu, keinginan membuncah
Tak terbendung

Kau tau betapa menyiksanya asa ini?
Tanpa terkatakan
Hanya penderitaan yang terus ku hadapi
Seakan-akan aku menyukai kesakitan ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

I always asking about Who am I. What's life and what for. I never know who I am and it makes me know that I never know the other. And finally, life is all about pain. And the pain is about the process. Life is how, not what.