...

Kamis, 03 Desember 2015

Romantic Works (Keaton Henson featuring Ren Ford) on Review

Romantic Works dari Keaton Henson release pada tanggal 16 Juni 2014. Seminggu sebelum tanggal tersebut, saya sudah menghubungi toko musik langganan untuk memesan album tersebut. Biasanya mereka langsung menyanggupi permintaan saya. Akan tetapi, kali ini berbeda. Mereka bilang akan dicoba dulu karena album ini agak sulit untuk dipesan dan akan memakan waktu lebih lama dari biasanya. Oke lah, tak mengapa, pikir saya.

Dua bulan berlalu dan toko musik langganan mengabari bahwa mereka tidak bisa menyediakan pesanan saya. Agak kecewa sih. Walaupun tersedia di itunes, saya masih tipe orang yang senang memiliki album fisik. Album yang penuh dengan gambar atau lukisan yang dibuat artistik dari penyanyi yang bersangkutan merupakan hal jarang dimiliki oleh penyanyi. Keaton adalah salah satu musisi yang selalu penuh kejutan di setiap album fisiknya.

Sampai tiga bulan yang lalu, seorang teman menghubungi saya. Dia yang notebene bekerja di salah satu toko musik indie di UK menawarkan kepada saya album Romantic Works ini. Dia bilang bahwa albumnya tinggal satu di tokonya dan dia teringat saya yang menyukai musik Keaton. "I'll give it, free. Please write a review after that", he said.

Dua hari yang lalu albumnya sampai di tangan saya. Tidak seperti dua albumnya yang terdahulu, Romantic Works merupakan album instrumental yang bekerja sama dengan Ren Ford. Mengingat Keaton merupakan musisi penyendiri yang sangat jarang bekerja sama dengan orang lain dalam musikalitas, album ini bisa dikatakan bukan album Keaton sepenuhnya. Setiap chapter musik terdengar alunan cello dari Ren Ford. Akan tetapi, setiap musik dalam album ini diakui sebagai ide dari Keaton. Mungkin Ren Ford hanya mengikuti arrangement yang telah ditulis Keaton.

Album ini pertama kali saya mainkan ketika saya berada dalam perjalanan. Hal yang selalu saya lakukan ketika mendengar album baru. Kenapa di perjalanan? Bagi saya, album merupakan "perjalanan batin" musisi pada suatu periode. Melakukan perjalanan berarti ada tujuan. Album yang baik menurut saya adalah album yang menemani pendengar dalam suatu perjalanan. Album yang baik menemani kesendirian dalam mencapai tujuan.

Okay, back to the album. Walaupun album ini hanya berisikan alunan instrumental, album ini sarat dengan ciri khas Keaton dalam bermusik. Kesedihan, penderitaan, patah hati, kesendirian akan langsung menghujam telinga. Jangan bayangkan adanya alunan instrument yang naik-turun secara drastis ala Mozart. Keaton membawa pendengar perlahan mengikuti alunan musik hingga puncaknya yang terdengar smooth (Elevator Song dan Healah Dancing menjadi contohnya). Bahkan acapkali terdengar intro hingga akhir musik, instrument dibiarkan stabil tapi dipastikan dari awal ada kesenduan yang terus membungkus seperti yang terdengar dalam Earnestly Yours. Pada tipe tersebut permainan cello sangat mendominasi untuk memberi efek dramatis. Saya pribadi menyukai Field dan Petrichor yang terdengar lebih lembut (dan manusiawi sendunya, hehehe) yang memberikan ruang lebih pada instrument piano.

Memahami album ini memang tidak mudah. Tidak ada lirik penguntai kata yang dapat diartikan melalui kata-kata juga. Satu-satunya kata yang ada merupakan judul dari chapter instrument yang dialunkan. Rasa-rasanya memahami bukanlah paduan kata yang pas dalam album ini. Karena album ini hanya bisa diresapi.

Mengapa Keaton sampai mengeluarkan album ini? Rasa-rasanya ambigram (tulisan yang hanya bisa dibaca melalui cermin) yang tertulis secara samar (jika saya tidak teliti mengamati lukisan Keaton di cover album, pasti akan terlewatkan) bisa menjadi petunjuk. Ambigram tersebut tertulis:


             Dear Someone
  Sometimes Words Escape Me

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

I always asking about Who am I. What's life and what for. I never know who I am and it makes me know that I never know the other. And finally, life is all about pain. And the pain is about the process. Life is how, not what.